Hobi Baru?

Bicara mengenai cara untuk mempertahankan sanity supaya tetap mampu berfungsi normal di tengah ke-chaos-an rutinitas yang ada, menjalankan hobi adalah salah satunya. Kadang aku bingung kalau ditanya hobiku apa, menurut definisinya sendiri hobi artinya adalah kegiatan di waktu luang yang dilakukan untuk menenangkan pikiran seseorang. Nah, kalau menurut definisi itu berarti hobiku cuma blogwalking, baca thread di Twitter, atau malah cuma nonton YouTube. Kok sedih?!? 😞

Iya menyedihkan memang kalau aku cuma menyampaikan kegiatannya, haha. 😦 Tapi sisi baiknya adalah, aku merasa belakangan ini kegiatan-kegiatan nirfaedah itu menjadi lebih berarti dibanding sebelumnya, karena konten-konten yang ku baca/tonton mostly bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bukan berarti konten yang dulunya aku nikmati tidak bermanfaat sih, tapi impact-nya lebih kerasa konten yang aku dalami sekarang.

Kalau dulu aku suka blogwalking untuk cari tips dan cerita kehidupan mengenai dunia perkuliahan dan pekerjaan, sekarang aku lagi suka banget sama konten mengenai simple cooking, food-prep, home cleaning, eco lifestyle, dan semacamnya. Agak mengagetkan mungkin untuk teman-teman yang tahu kehidupan Jeje yang sebenarnya seperti apa hahaha. 😭

Sebenernya aku udah dari lama tertarik sama konten-konten itu sih, terutama food-prep (aku udah suka kepo-kepo food-prep sejak 2-3 tahun yang lalu). Kalau untuk eco lifestyle, Isca adalah sosok kuncinya apalagi sejak aku diperkenalkan dengan IG-nya mba Atit. 🤣 Memang sih aku masih belum bisa sekuat Icak komitmennya (masih banyak nakalnya ehe, jauh banget lah pokoknya sama Icak wkwk salut ❤️), tapi dengan tahu “how-to”-nya di saat aku sudah ingin menerapkannya aku sudah paham ilmunya hehe. ☺️

Beranda YouTube, list alamat-alamat blog di tab Bookmark, list following IG, dan kolom Likes di akun Twitter-ku alhamdulillah sekarang sudah dipenuhi dengan banyak hal-hal bermanfaat. Mungkin lain kali aku akan compile beberapanya dan ku bagikan seperti yang pernah ku tulis di post ini. Semoga sempat yaaa, hehe. 😋

Advertisements

Menulis Kembali

Hari Jumat, pukul 16.00 WIB, aku terbaring di kasur karena flu dan demam yang menyerang. Seperti kebiasaan lama sejak SMA, keinginanku untuk menulis justru muncul di saat-saat seperti ini. Sebenarnya sih agak ragu, karena sudah lama tidak menulis bahasaku jadi tidak bisa mengalir seluwes sebelumnya. Tapi ndak apa, daripada tidak tahu harus melakukan apa lagi. 🤣

Sebenarnya aku termasuk orang yang tidak bisa menyimpan segala cerita yang ada sendirian, selalu ada keinginan untuk menyampaikannya ke orang lain. Setelah aku aktif di Twitter kembali sejak tahun lalu (atau malah 2 tahun lalu ya? lupa haha), segala keluh kesah jadi ku curahkan di sana karena kemudahan untuk membuat sebuah tweet dibandingkan post blog. Sewaktu ingin menuliskannya kembali di blog, karena sudah pernah menuangkan ‘perasaan’-nya di Twitter, tulisan yang dibuat di sini malah jadi kurang kuat penyampaiannya dan aku berakhir tidak menulis apa-apa di sini. Sedih sih, karena tujuanku untuk menulis salah satunya adalah untuk melihat diriku yang lama dari sudut pandang aku yang di masa depan (jadi aku bisa melakukan beberapa perbaikan diri) tapi karena tulisan di Twitter sangat mudah tenggelam jadinya tidak terdokumentasi dengan baik seperti di sini. 😥

Dengan berakhirnya badai perkuliahan yang sebelumnya juga menjadi faktor penghalangku untuk menulis (ah, alasan mulu), inginnya sih aku membuat rutinitas menulis di sini kembali dijalankan. Tidak perlu sering-sering, tapi jangan juga terlalu malas (haha). Tidak boleh takut salah kata atau jelek rangkaian ceritanya, toh ini blogku sendiri jadi kenapa harus takut. 😊

Ayo semangat! 💪

BukaBike – Sepeda Gratis di Kampus

Di blog ini sebelumnya aku pernah bercerita soal Boseh, yang merupakan layanan penyewaan sepeda dari Pemkot Bandung. Bulan lalu, Bukalapak merilis layanan serupa di kawasan kampus ITB dengan layanan bernama BukaBike. Kalau kalian sering liat sepeda merah dengan keranjang hitam di kampus, itu dia sepedanya! 😀

IMG_20190115_124032.jpg
Spot/stasiun peminjaman BukaBike

Salah satu kelebihan utama BukaBike dibanding Boseh ialah biaya penyewaannya yang gratis alias tanpa biaya. Setiap peminjam dapat menggunakan sepedanya selama 30 menit, kalau habis ya tinggal diselesaikan peminjamannya dan lakukan proses peminjaman kembali. :p

Berbeda dengan Boseh yang melakukan penguncian tiap sepeda pada sistem docking yang tertanam di halte, BukaBike menerapkan sistem smart-lock di setiap sepeda yang didukung oleh tenaga surya dari sistem solar panel pada keranjang sepeda. 

IMG_20190115_124038.jpg
Solar panel di bagian keranjang dan sistem lock di bagian bawah jok sepeda

Sistem peminjaman BukaBike dilakukan dengan melakukan scanning barcode yang ada pada bagian belakang sepeda menggunakan aplikasi Bukalapak. Selain bisa melihat ketersediaan sepeda di tiap spot, pemesanan sepeda juga dapat dilakukan dengan batas waktu pengambilan sepeda 10 menit setelah proses booking dilakukan. Berikut ini adalah sekilas tutorial peminjaman sepeda pada aplikasi Bukalapak.

This slideshow requires JavaScript.

Overall, BukaBike sangat membantu mahasiswa/i ITB yang cukup tinggi mobilitasnya di dalam kampus. Selain gratis dan sistem peminjaman yang mudah, sepedanya juga enak digunakan. Dengan 7-speed gear, medan tanjakan-turunan yang ada di kampus bisa dilalui dengan nyaman.

IMG_20190115_124330.jpg
Bagus kan sepedanya?!

Jadi yang belum coba pake BukaBike tunggu apa lagi,  hayu sepedaan di kampus~

Akan Kembali

Teman-teman semuaaa!!

Semester ini adalah semester yang paling berat (sekaligus paling menyenangkan sih, untungnya) sepanjang sejarah per-ITB-an ku, HAHAHA. Banyak sekali cerita, banyak sekali yang ingin disampaikan, tapi apa daya–semua tenggat waktu yang ada terus menerus menghantuiku. 🤣

Aku membuat janji untuk menulis banyak hal di sini selepas perkuliahan semester 7 selesai, jadi tolong ditunggu ya! 🤗