Berkreasi

Sebagai anak kecil yang tidak memiliki kemampuan untuk menggunting dan menempel dengan rapi, aku yang dulu tidak menyukai segala bentuk pekerjaan kerajinan tangan. Mata pelajaran kesenian (selain menggambar) pernah menjadi momok menyeramkan untukku. Di usia sekolah dasar, aku lebih suka untuk membaca, menulis cerita dan khayalanku(?), atau menggambar daripada harus membuat prakarya yang melibatkan gunting dan lem.

Seiring berjalannya waktu, rasa penasaranku untuk mencoba membuat kerajinan tangan mulai tumbuh di usia remaja-menjelang-dewasa. Sayangnya, hectic-nya dunia perkuliahan membuatku mengurungkan rasa penasaran tersebut. Jangankan membuat kerajinan tangan, menulis blog saja aku tidak sempat huhu (atau lebih tepatnya tidak menyempatkan kali, ya..).

Momen yang tepat terjadi ketika musim sidang dan wisuda teman-teman seangkatan mulai datang. Aku tidak tahu tren memberikan hadiah ini muncul sejak kapan, yang jelas aku tidak pernah memberikan gestur serupa kepada siapapun sebelumnya. 🤣 Diawali oleh kebingungan tidak tahu harus menyiapkan hadiah yang seperti apa dan keterbatasan dana karena teman yang akan sidang/wisuda cukup banyak, akhirnya aku memutuskan untuk membuat beberapa perintilan hadiah sendiri, hehe. 😛

Aku cukup menikmati proses pembuatan prakarya-prakarya di atas, walaupun tenaga dan waktu yang dikeluarkan bisa dibilang sebenarnya agak tidak sepadan HAHA. 😂  Hasilnya pun sebenarnya so-so, ngga yang bagus-bagus amadh… Yaaaa tapi kembali lagi, melakukan apapun yang disenangi kan tidak memperdulikan resource yang digunakan seberapa banyak. 😛 Kalau ditanya apakah aku akan membuat kreasi lainnya, jawabannya tentu saja iyaa! 😎

To be honest, aku cukup tertarik dengan dunia perjahitan(?). Aku punya target untuk belajar bikin baju sendiri suatu hari nanti HEHEHE, tapi tidak sekarang. Bulan lalu aku sempat iseng membuat tas pinggang DIY buat lari (waistpack ala-ala gitu deh..). Hasilnya cukup fungsional sih, tapi ya hanya fungsional saja, tidak estetik sama sekali HAHAHA. 😰

wp-1582978562945.jpg
Atas: waistpack DIY, Bawah: waistpack Mr.DIY

Selain itu, aku juga ingin kembali mencoba menggambar lagi. Latar belakangnya sih karena following IG-ku sekarang diisi oleh banyak pekerja kreatif dan aku penasaran ingin sekali-sekali mencoba gambar digital, hehe… Sebenarnya sih agak tidak pede karena kemampuan menggambarku sekarang apabila dibandingkan dengan kemampuanku waktu SD-SMA dulu sangat juaaauuuuuuuuuuuhh menurun drastis (dan kemampuan yang dulu juga gak bagus-bagus amat!). Tapi yaaa gapapa, namanya juga belajar lagi khaann?!!! 😎

#30HBC2006 Byebye

Hi there!
It has been two days since I did my thesis defense and many unexpected things happened. It seems that I’ll stay in Bandung for at least the next two months. I arrived at a time when I have to choose my life path and I feel that I still need some “justification” by doing a few things first until I’m sure which life path I want to choose.

How does it feel after the thesis defense? WOW, I feel sooo relieved. Finally I can explore many things that I couldn’t do before, but unfortunately it seems that I’ll stop my commitment to write ’30HBC’ post. Even so, I’ll still write when the time is right and will continue to execute my plan to move to wordpress.org hehe. Please wait for it yaah! 🥰

*this is my first full English post, please let me know if there’s any grammatical error in it hihi*

#30HBC2005 Senank!

Walaupun belum sidang, tapi hari ini aku seneng bangettt!

Hari ini aku dapat banyak pesan semangat dari teman-teman (serta kakak-kakak dan adik-adik), mulai dari yang masih rutin bersua dan bercengkrama hingga yang sudah hampir sewindu lamanya tidak berkabar. Kata-kata yang disampaikan memang bervariasi, tapi yang paling sederhanapun ternyata tetap sangat berkesan buatku!

Kalau ditanya tentang kesiapan sidang, sebenarnya aku sudah menyiapkan banyak amunisi dan argumen perlawanan (jikalau terbantai h4h4). Tapi, karena ini adalah thesis defense perdanaku, tidak aneh juga kalau aku grogi setengah mati haha. 😂 Aku inget bangettt, terakhir kali aku ada di posisi seperti ini adalah waktu malam sebelum SBMPTN (sekarang nama kekiniannya UTBK). Waktu itu, aku cuma bisa tidur 2,5 jam saking grogi dan tidak tenangnya aku. Semoga malam ini aku bisa terlelap dengan tenang hehe.

Terima kasih ya semuanyaaaa, aku senang sekali berteman dengan kalian semua huhuhu! 😭

#30HBC2003 Bingung

Sesuai judul, jujur aku bingung harus menulis apa hari ini. 😅

Di  waktu-waktu krisis ini, hidupku sedang penuh dengan kebingungan dan pertanyaan yang belum terjawab, salah satunya mengenai jalan hidupku ke depannya. Beberapa bulan lalu, sewaktu berbincang-bincang dengan Isca dan Faqih tentang masa depan, aku sadar kalau aku harus mulai buat timeline dan perencanaan detail tentang segala hal yang harus disiapkan untuk beberapa tahun ke depan (termasuk karir dan akademik). Satu perkataan dari Isca yang sangat menyentil waktu itu adalah, nggak perlu malu sama mimpi sendiri. Saat itu aku baru banget sadar kalau aku sebetulnya punya banyak banget mimpi yang ingin dicapai, tapi bahkan aku takut untuk memikirkannya karena banyak yang sounds too good to be true. 

Belajar di lingkungan dengan mayoritas mahasiswa yang ambisius dan tingkat kompetisi yang tinggi membuatku kadang merasa kecil, merasa tidak bisa apa-apa, merasa tidak punya kelebihan dari yang lain, dan semua itu mengarah ke arah yang tidak baik. Aku jadi nggak bisa menyadari potensi diriku dan mindset seperti itu bahaya banget, aku sampai nggak berani untuk bermimpi lagi. 🙁 Tanpa disangka, di semester terakhir ini aku berada di kondisi yang sangat terbalik, aku ngerasain banget kalau berada di lingkungan yang kompetitif itu sebenarnya jauh lebih sehat daripada menjadi yang paling aktif di lingkungan yang sangat pasif.

Kalau diingat-ingat, di bulan Agustus tahun lalu aku pundung banget waktu dapet info dari Pak Doni kalau ternyata ada syarat SKS untuk mengambil TA dan ternyata aku tidak mencapai syarat itu dengan posisi yang sangat-sangat tipis (karena Matek GUYSSS, huhu fix Matek adalah matkul tersulit untukku lebih dari matkul apapun huhuhuhu). Padahal, sebelum pengumuman itu aku udah punya pilihan-pilihan topik TA yang ingin ku ambil dan udah semangat bangeettt buat ngerjain. Aku juga ingat emosiku sangat memuncak waktu dibilangin kalau aku nggak akan menyelesaikan semua perkuliahan tanpa extend semester, padahal ternyata sebetulnya bisa banget dan nilai-nilainya malah cemerlang semua. Setelah dijalani, akhirnya sekarang aku lebih bisa menerima semuanya. Mungkin aku perlu memang waktu tambahan untuk menentukan jalan hidupku ke mana, mungkin aku masih perlu mendewasakan diri sendiri dulu sebelum hengkang dari kampus, dan lagipula ini semua terjadi karena aku yang lengah saat bertempur dengan Matek (dAsaR eJej 😡).

Perjalanan menuju mimpi-mimpiku masih sangat panjang, tapi aku masih belum berani untuk menyampaikannya di sini hehe. Kalau saatnya sudah tepat, aku pasti akan menulisnya di sini segera. ☺️ Semangat selalu semuanyaaa, semoga kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang diinginkan!