Dokter Gigi BMG

[Tulisan ini udah lama  nangkring di draft, daripada membusuk mending dipost deh walaupun udah telat banget wkwkwk]


Jumat, 19 Mei 2017

Ceritanya semalem lagi makan kambing bakar di Cihampelas, terus kerasa ngilu-ngilu gitu waktu ngegigitnya. Setelah ngelirik ke bagian gigi yang ngilu waktu pulang, ternyata ada spot kecil yang mirip tanda gigi berlubang. 😦

Setelah panik-panik geje terus googling apa yang harus dilakukan kalau gigi berlubang, akhirnya memutuskan buat nambal gigi di BMG. Kenapa di BMG? Karena berharap akan murah wkwkwk(?), ya walaupun ternyata terpaut dikit sih sama nambal gigi di tempat lain.

Pagi tadi jam 7.40-an ku daftar buat ke dokter gigi di BMG pertama kalinya—DAN PERTAMA KALINYA KE DOKTER GIGI UNTUK NERIMA TINDAKAN SENDIRIAN. Terakhir nerima tindakan di dokter gigi itu nyabut gigi susu waktu kelas 1 atau 2 SD gitu, terus keinget sakitnya dan jadi agak ngeri-ngeri gitu sama yang namanya dokter gigi wkwk. Daftar buat konsultasi dan pemeriksaannya sama sih kaya ke dokter umum, karena masih berstatus mahasiswa jadi kenanya 20 ribu. Waktu ke tempat nunggu, baru ada satu orang yang nunggu. Terus ngga lama kemudian, ada Pak Agung (dosen Biomed) yang ternyata juga mau ke dokter gigi, ngobrol-ngobrol random deh akhirnya. 😅

Waktu dipanggil buat diperiksa, langsung disuruh duduk ke tempat ‘operasi’-nya terus ditanya-tanyain ada apa. Setelah bilang apa yang mau dikonsultasikan, dokternya nyuruh kumur terus mulai ngecek giginya. Terus, dokternya mulai megang sesuatu gagang menyeramkan kaya bor, HAHA. Karena pertama kali liat gituan dan ngeri-ngeri gimana gitu, reflek badan pas ngeliat benda itu jadi geter-geter dan menghindar dari dokternya. Dokternya langsung nebak kalo ini pertama kali pasien gejenya saat itu ke dokter gigi dan langsung nenangin dengan nunjukin kalo alat itu cuma buat nyemprot-nyemprotin air. 🤣

Setelah dipastikan kalo giginya beneran berlubang, dokternya nawarin buat nambal gigi dan ngejelasin kalo mau yang bagus nambalnya pake tambalan sinar(?). Entah apa bedanya sama nambal yang satunya, pokoknya kalo yang disaranin itu kena biaya tambahan 150 ribu untuk mahasiswa. Aku sih ngeiyain aja karena tidak paham wkwkwk.

Proses penambalan pun dimulai. Masih ngerasa takut-takut gimana gitu, akhirnya ga tenang, bahkan lidahku gerak-gerak waktu giginya lagi digerus dan kena semprotan geje itu. Perih euy, wkwkwk. Ketakutan semakin bertambah waktu liat suntikan, kemudian langsung merem sepanjang proses karena takut disuntik HAHA.

Setelah ditambal, ngga dibolehin makan dan minum minuman yang berwarna 1 jam setelah prosedur. Disuruh juga makan pake sisi yang ngga ditambal setelah-setelahnya, tapi makan malem barusan lupa akan pesan dari Bu Dokter cantik nan baik hari itu. 😔

Semoga besok tidak apa-apa wkwkwk.

Aksantara ITB?

Hai semuaaaa.

Akhirnya kepikiran topik yang layak untuk ditulis dan (semoga) agak berfaedah. Tahun ajaran baru udah tinggal beberapa hari lagi dimulai dan dalam rangka promosi kali-kali ada maba yang baca, ku mau ngomongin tentang Aksan. :))

Aksantara ITB ini bukan UKM, yaa untuk sekarang ini sih. Bentuknya lebih ke tim yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi berbagai jurusan. Mostly anak-anak FTMD & STEI sih, tapi banyak juga dari jurusan lain kaya DP, FT, Sipil, SBM, dan sebagainya.

Terus, Aksantara itu tim apa? Singkatnya, tim yang ngurusin pesawat nirawak. Ga cuma pesawat sih, ngurusin hexacopter-quadcopter juga. Lebih tepatnya ngurusin R&D unmanned aerial vehicle, orang awam biasanya nyebutnya drone. Objektif utama Aksantara itu nyiapin wahana buat ikut lomba KRTI a.k.a Kontes Robot Terbang Indonesia yang diadain Kemenristek DIKTI. Tahun ini KRTI diadain di sekitar bulan Oktober, untuk tahun kemarin alhamdulillah kita membawa pulang 6 piala. Belum juara umum sayangnya, semoga aja tahun ini kesampean. 😂

Pertanyaan yang sering muncul itu, apa bedanya sih tim sama unit? Semestinya sih gaada bedanya, yang beda mungkin di kepengurusan dan pendanaannya. Kalau di unit, ada struktur organisasi yang lebih terstruktur karena unit umumnya punya kegiatan yang lebih banyak kaya kaderisasi, urusan perizinan, dan semacamnya. Di Aksan, struktur organisasinya cuma ketua Aksan beserta anggota-ketua divisi non teknik dan anggota-ketua divisi non-teknis.

Selain itu, proses rekrutmen anggota di tim ngga seriweuh rekrutmen di unit. Untuk ilustrasi, misalnya ada 2 mahasiswa STEI 2016 yang mau ikut kegiatan keprofesian. Si A mau berpartisipasi di unit robotika sedangkan si B lebih tertarik untuk ikut Aksan. Si A daftar robotika lebih dulu (pada saat OHU a.k.a open house unit), sedangkan si B baru daftar Aksan H+14 KRTI selesai ketika oprec Aksan baru dibuka. Si B kemudian langsung diberi tugas yang berhubungan dengan divisi yang dipilih & diwawancara 1 minggu setelah oprec tutup, pengumuman diterimanya sebagai anggota Aksan serta divisinya diberikan 5 hari setelahnya. Lalu, ada kelas mengenai pengetahuan dasar sebelum akhirnya si B ditempatkan di tim lomba yang diminatinya, kurang lebih 2 bulan setelahnya diterima di Aksan. Apa kabar si A? Pertemuan pertama kaderisasi unit robotika baru dimulai di awal semester 2 dan kaderisasi biasanya berjalan selama 1 semester. Di kaderisasi itu kadernya dikasih berbagai tugas baik keprofesian ataupun non-keprofesian. Setelah diterima di semester depannya, terdapat tugas dan wawancara lagi untuk penempatan timnya. Yaaa ngga sepenuhnya begitu sih, tapi kurang lebih cukup menggambarkan. Kalau untuk pendanaan aku ngga jelasin ya, karena agak confidential wkwkwk (dan aku juga ga 100% paham).

Oh iya mungkin ada yang ragu kalau ikutnya bukan unit nanti ngga bisa nambahin CV. Ngga usah takut, Aksantara ini diakui ITB dan LK kok jadi ya kegiatannya resmi wkwk. Aksan juga punya dosen pembimbing untuk masing-masing tim di Aksan. Selain Aksan, di ITB juga ada tim-tim lomba lainnya kok, contohnya Rakata, Cikal & Cakrawala. Kalian bisa cari tau lebih lanjut sendiri yaa. :p

Aku tadi sempet bilang kalau di Aksan ada divisi dan ada tim. Dua benda itu adalah dua hal yang berbeda. Divisi adalah jobdeskmu, sedangkan tim adalah tempat di mana kamu menerapkan jobdeskmu itu. Untuk sekarang ada 4 tim di Aksan yang mempersiapkan KRTI 2017. Tim-tim itu terbagi berdasarkan kategori yang diikuti. Ada Fixed Wing, Technology Development, Vertical Take Off-Landing, dan Racing Plane. Perbedaan keempat kategori itu untuk tahun 2017 bisa dibaca di sini.

Terus, buat divisi ada divisi teknis dan non-teknis. Divisi-divisi yang ada bisa berubah setiap tahun karena menyesuaikan dengan keperluan SDMnya. Tahun 2016 divisi teknis terdiri dari divisi Desain, Manufaktur, Payload and Control, dan Telemetry and Propulsion sedangkan divisi non-teknis terdiri dari divisi Fund Raising, Sekben, Creative, dan Public Relation. Perlu digarisbawahi bahwa desain dan kreatif itu jobdesk yang jauh berbeda dengan divisi desain maksudnya desain wahana yang butuh itung-itungan, bukan desain poster dsb. 😂 Aku selipin link tentang jobdesk lebih rinci masing-masing divisi di sini yaa.

Segini dulu ceritanya, kalau ada yang mau tanya-tanya monggo dikomen, hehe. 🙈 See youuuu! 🐏

KRTI 2016-271.JPG
Wahana RP tahun lalu
Screen Shot 2017-08-12 at 11.01.01 AM
Wahana VTOL tahun lalu
Ini kayaknya lebih bagus dari foto2 di rar itu ._.
Wahana FW tahun lalu
IMG_3398
Wahana & tim TD tahun lalu
IMG_3326
Tim VTOL tahun lalu (hehe)
KRTI 2016-195.JPG
Tim RP tahun lalu
KRTI 2016-200
Tim FW tahun lalu
KRTI 2016-365
6 x 6

Rindu Menulis

Di liburan yang panjang dan cukup membosankan ini, ku udah kebayang beberapa topik untuk dipost di blog. Tapi selalu aja ada halangan buat nge-publish beneran. 😂 Di draft udah ada 4 tulisan dengan topik berbeda, tapi gaada yang dipost coba. 😤

Pokoknya ini mesti dipost walaupun sangat pendek—daripada panjang-panjang kaya tulisan di draft tapi ga dipost HAHA.

Penghujung Semester 4

Senin dini hari. Tanggal merah. Tapi siang ini harus kumpul kelompok buat ngerjain tugas terakhirnya Anfis. Malah belum tidur dan nulis di sini. Hmm……

Ini post perdana tahun 2017 ya, wkwkwk…. Udah lama sih mau nulis tapi serasa nanggung dan akhirnya ga nulis apapun wkwk.

Semester ini somehow terasa lebih berat daripada semester kemarin. Praktikum lebih banyak, jam kuliah lebih banyak, matkul susahnya juga lebih banyak, tapi pemahaman materi tidak bertambah begitu banyak, huhu. Saking enegnya, beberapa hari lalu jadi pengen kuliah di SBM aja wkwkwk.

Kayanya ku ga cocok berkiprah di bidang engineering lama-lama. Yaaa, seneng sih….tapi kapabilitasku kaya ga nyampe gini 😦 Ini bukan lagi terdemotivasi atau gimana, lagi biasa aja kok. ((ah masa…))

Semangat yuk semangat, 4 semester lagi nih. Huhu.


update: Ternyata jumlah jam kuliah dan praktikum antara semester 3 dan 4 kurang lebih sama aja. *shocked* Jam kuliahnya cuma beda 1 jam lebih banyak di semester 4 dan jumlah praktikumnya sama-sama 3. Tapi tetep sih, jumlah matkul susah di semester 4 lebih banyak dari semester wkwk. 🤣

Hmm….