Problema Loker Perpustakaan

Siang menuju sore ini di perpustakaan kampus, terdapat suatu kondisi yang belum pernah gw liat sebelumnya. Antrian penitipan barang a.k.a loker telah mengular sampai ke ujung tangga menuju basement. Ketika ditanya, mas-mas penjaganya bilang kalau space loker kosongnya habis.. 😦

Setelah ada di antrian bagian depan, gw sempet ngeliat slot kunci dan kartu yang menggantung. Ada banyak kartu yang dibalik, yang berarti kunci dengan nomor yang ada di kartu tersebut udah ilang. Kondisinya tuh bisa dibilang cukup miris, karena jumlah kunci yang hilang ga sedikit; cukup melebihi 1/4 dari jumlah keseluruhan loker yang ada.

Dengan sistem peminjaman yang sekarang, ga bisa dilacak siapa yang ngilangin kuncinya yang juga berarti sanksi atas menghilangkan kuncipun ga bisa diberikan. Kondisi itupun membuka peluang untuk oknum yang ‘curang’, membuatnya jadi punya loker pribadi di tempat penitipan umum karena punya kunci loker untuk dia seorang diri.

Salah satu solusi yang sempet kepikiran sih, menghilangkan sistem penukaran kunci dengan kartu bernomor sebagai tanda peminjaman, kemudian menggantinya dengan memberikan KTM/KSM yang bersangkutan untuk dicatat NIM-nya. Dengan begitu kan bisa bikin tiap peminjam loker lebih bertanggung jawab karena penghilang kunci jadi bisa terlacak.

Atau mungkin ada yang punya ide lain?

Advertisements

Teknik Biomedis: First Week of 3rd Semester

Udah akhir bulan… Hampir aja bulan ini berlalu tanpa post kaya bulan lalu. 😦 Karna masih dalam suasana hype awal perkuliahan di jurusan, mari isi post kali ini dengan topik biomed-ish. :))

Untuk semester 3 ini, mahasiswa biomed diwajibin ngambil 19 SKS, dengan 7 mata kuliah yang masih banyak persamaannya dengan jurusan lain di STEI terutama rumpun elektroteknik. ((eaa, istilahnya))

Capture1

Semua matkul yang tertera di atas silabusnya asik-asik banget materinya, kecuali untuk salah satu matkul. ((mungkin bisa ditebak dengan mudah yang mana yang gw maksud))

REE belajar soal analisis rangkaian (of course), respon frekuensi, resonansi, dan penggunaan komponen-komponen lebih kompleks selain yang udah dipelajarin di PAR. Di kelas REE masih diterapin sistem PR tiap minggu. Kata seorang dosen yang mengajar, REE ini sebenernya 4 SKS tapi kemudian dituliskan cuma 3 SKS karena ada Biokimia yang beban pembelajarannya ini 4 SKS. Mungkin karena masalah pembatasan SKS kuliah wajib semester ini atau gimana, yang jelas itu bikin REE ini sebuah matkul 3 SKS rasa 4 SKS (literally).

Biokimia materinya mencakup sel, enzim, katabolisme dan anabolisme. Buku pegangan untuk Biokimia ini dikasih 4 sumber, salah satu bukunya ada yang ngebahas hubungan biokimia dengan medis which is menarik sekali untuk dibaca. Praktikum matkul ini mantap sekali lho guys, 4 jam full praktikum. Padahal pas TPB kemarin sama sekali belum pernah nyentuh praktikum kimia-kimiaan wkwk..

Buat Sisdigmik, sebenernya gw masih bingung apakah materinya akan setara kaya yang anak elektro pelajarin atau ngga. Yang jelas nanti bakal melibatkan ‘permainan’ dengan gerbang-gerbang logika, perhitungannya, dan penggunaan mikrokontroler. Mikrokontroler yang dipake di kuliah ini itu Arduino UNO yang pemrogramannya make bahasa C++ dan terbantu oleh library yang udah tersedia di software-nya. Kalo EL sih katanya bakal mrogram pake bahasa assembly. Semangat yang EL, hehehe.

Kalo Anatomi dan Fisiologi a.k.a Anfis, udah keliatan kan bakal belajar apa dari nama matkulnya, wkwk. Yang dipelajarin nanti terfokuskan gimana cara belajar materi anak kedokteran ini dari sudut pandang engineering. Pas kuliah perdana kemarin aja dosennya sempet ngejelasin soal beda potensial antara intrasel dan ekstrasel. Ohya, dosennya ini favorit sekali, beliau bagi-bagi permen dan cokelat pas kuliah. :’) Gelar beliau juga cukup jarang ada yang menyamakan di ITB. Gimana engga jarang, ada Dr.-nya tapi ada dr.-nya juga dan ditambah dengan gelar MT. di bidang biomedical engineering. Ada percakapan unik ketika absen di kelas, salah satu anak ga masuk dan seseorang di kelas bilang kalau yang ga masuk itu sakit dan lagi ke dokter. Dengan spontan sang dosen berkata, “Lho, kenapa ga ke Ibu aja”.

Sisa 2 matkul yang belum gw deskripsikan, biar kalian sendiri ya yang menginterpretasikan. Selain karna udah mulai siwer, gw juga bingung mau bilang apa(?). Semoga bulan depan ga skip lagi bikin post.. 😦

Sekian dulu dan sampai jumpa lagi~ Semangat yang sekolah, kuliah, maupun kerja! =))

.

.

.

Oh ya, buat yang ngirim Anon-messagebox dan nanya apakah Jeje masuk biomed itebe, jawabannya iya kok. Terima kasih atas perhatiannya, hehehe.